Minggu, 15 Mei 2011

ETIKA DAN PROFESIONALISME


 
ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI
          Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.

1.   Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya. Contoh isu mengenai privasi sehubungan diterapkannya sistem informasi adalah pada kasus seorang manajer pemasaran yang ingin mengamati email  yang dimiliki bawahannya karena diperkirakan mereka lebih banyak berhubungan dengan email pribadi daripada email para pelanggan. Sekalipun manajer dengan kekuasaannya dapat melakukan hal itu, tetapi ia telah melanggar privasi bawahannya.
2.   Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan. Sebuah kasus akibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami oleh Edna Rismeller. Akibatnya, kartu asuransinya tidak bisa digunakan dan bahkan pemerintah menarik kembali cek pensiun sebesar $672 dari rekening banknya. Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.


3.   Properti
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).

a.    Hak Cipta
Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hokum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa seijin pemegangnya. Hak cipta biasa diberikan kepada pencipta buku, artikel, rancangan, ilustrasi, foto, film, musik, perangkat lunak, dan bahkan kepingan semi konduktor. Hak seperti ini mudah didapatkan dan diberikan kepada pemegangnya selama masih hidup penciptanya ditambah 70 tahun.
b.   Paten
Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapat karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.
c.    Rahasia Perdagangan
Hukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak. Pada lisensi perangkat lunak, seseorang yang menandatangani kontrak menyetujui untuk tidak menyalin perangkat lunak tersebut untuk diserhakan pada orang lain atau dijual.
4.   Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.

MASALAH KEAMANAN DALAM SISTEM INFORMASI
          Keamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian sistem informasi, yang dimaksudkan untuk mencegah ancaman terhadap sistem serta untuk mendeteksi dan membetulkan akibat kerusakan sistem.
          Secara garis besar, ancaman terhadap sistem informasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu ancaman ak tif dan ancaman pasif. Ancaman aktif mencakup kecurangan dan kejahatan terhadap komputer, sedangkan ancaman pasif mencakup kegagalan sistem, kesalahan manusia dan bencana alam. Kegagalan sistem menyatakan kegagalan dalam peralatan-peralatan komponen (misalnya hard disk).

Tabel 1. Ancaman terhadap sistem informasi
macam ancaman
contoh
Bencana alam dan politik
-    Gempa bumi, banjir, kebakaran, perang.
Kesalahan manusia
-    Kesalahan memasukkan data
-    Kesalahan penghapusan data
-    Kesalaha operator (salah memberi label pada pita magnetic).
Kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras
-    Gangguan listrik
-    Kegagalan peralatan
-    Kegagalan fungi perangkat lunak
Kecurangan dan kejahatan komputer
-    Penyelewengan aktivitas
-    Penyalahgunaan kartu kredit
-    Sabotase
-    Pengaksesan oleh orang yang tidak berhak.
Program yang jahat/usil
-    Virus, cacing, bom waktu, dll

          Bencana alam merupakan faktor yang tak terduga yang bisa mengancam sistem informasi. Banjir, badai, gempa bumi, dan kebakaran dapat meghancurkan sumber daya pendukung sistem informasi dalam waktu singkat.
          Kesalahan pengoperasian sistem oleh manusia juga dapat mengancam integritas sistem dan data. Pemasukkan data yang salah dapat mengacaukan sistem.
          Gangguan listrik, kegagalan peralatan dan kegagalan fungsi perangkat lunak dapat menyebabkan data tidak konsisten, transaksi tidak lengkap atau bahkan data rusak, Selain itu, variasi tegangan listrik yang terlalu tajam dapat membuat peralatan terbakar.
          Ancaman lain berupa kecurangan dan kejahatan komputer. Ancaman ini mendasarkan pada komputer sebagai alat untuk melakukan tindakan yang tidak benar. Penggunaan sistem berbasis komputer terkadang menjadi rawan terhadap kecurangan (fraud) dan pencurian.
Metode yang umum digunakan oleh orang dalam melakukan penetrasi terhadap sistem berbasis komputer ada 6 macam :
  1. Pemanipulasian masukan
Pemanipulasian masukan merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat hal ini bisa dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi. Contoh seorang teller bank ditemukan mengambil uang dari rekening-rekening bank melalui sistem komputer.
  1. Penggantian program
Pemanipulasian melalui program biasa dilakukan oleh para spesialis teknologi informasi.
  1. Penggantian berkas secara langsung
Pengubahan berkas secara langsung umum dilakukan oleh orang yang punya banyak akses secara langsung terhadap basis data.
  1. Pencurian data
Dengan kecanggihan menebak password atau menjebol password para pencuri berhasil mengakses data yang seharusnya tidak menjadi hak mereka.
  1. Sabotase
Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara. Istilah umum digunakan untuk menyatakan tindakan masuk ke dalam suatu sistem komputer tanpa otorisasi, yaitu hacking.
Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :
    • Denial of Service
Teknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat banyak terhadap suatu situs sehingga sistem menjadi macet dan kemudian dengan mencari kelemahan pada sistem si pelaku melakukan serangan pada sistem.
    • Sniffer
Teknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat melacak paket data seseorang ketika paket tersebut melintasi Internet, menangkap password atau menangkap isinya.
    • Spoofing
Melakukan pemalsuan alamat email­  atau web dengan tujuan untuk menjebak pemakai agar memasukkan informasi yang penting seperti password atau nomor kartu kredit.


Berbagai kode jahat atau usil juga menjadi ancaman bagi sistem komputer, kode yang dimaksud adalah :
    • Virus
Virus berupa penggalan kode yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan cara menyalin kode dan menempelkan ke berkas program yang dapat dieksekusi (misalnya berkas .exe pada DOS). Selanjutnya, salinan virus ini akan menjadi aktif manakala program yang terinfeksi dijalankan. Beberapa virus hanya “sekedar muncul”. Namun sejumlah virus yang lain benar-benar sangat jahat karena akan menghapus berkas-berkas dengan extension tertentu dan bahkan dapat memformat hard disk. Contoh virus jahat adalah CIH atau virus Chernobyl, yang melakukan penularan melalui email.
    • Cacing (Worm)
Cacing adalah program komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri dan menulari komputer-komputer dalam jaringan.
    • Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb or time bomb)
Program yang beraksi karena dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu. Sebagai contoh, program dapat diatur agar menghapus hard disk atau menyebabkan lalu lintas jaringan macet.
    • Kuda Trojan (Trojan Horse)
Program yang dirancang agar dapat digunakan untuk menyusup ke dalam sistem. Sebagai contoh kuda Trojan dapat menciptakan pemakai dengan wewenang supervisor atau superuser. Pemakai inilah yang nantinya dipakai untuk menyusup ke sistem.

  1. Penyalahgunaan dan pencurian sumber daya komputasi
Merupakan bentuk pemanfaatan secara illegal terhadap sumber daya komputasi oleh pegawai dalam rangka menjalankan bisnisnya sendiri.

Trapdoor adalah kemungkinan tindakan yang tak terantisipasi yang tertinggal dalam program karena ketidaksengajaan. Disebabkan sebuah program tak terjamin bebas dari kesalahan, kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat membuat pemakai yang tak berwenang dapat mengakses sistem dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dan tidak bisa dilakukan.

BEBERAPA POKOK PEMIKIRAN TENTANG CYBERLAW

Cyberlaw adalah hukum yang digunakan untuk dunia Cyber (dunia maya, yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau pondasi dari hukum di banyak Negara adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, internet dan jaringan komputer telah mendobrak batas ruang dan waktu.
Berikut ini adalah contoh permasalahan yang berhubungan dengan hilanganya ruang dan waktu:
Seorang penjahat komputer yang berkebangsaan Indonesia berada di Australia mengobrak‑abrik server di Amerika, yang ditempati atau hosting sebuah perusahaan Inggris.
Hukum apa yang akan dipakai untuk mengadili kejahatan teknologi tersebut?
Di Indonesia telah keluar Rancangan Undang‑Undang (RUU) yang salah satunya diberi Nama "RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi". Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi. Sebelumnya RUU ini diberi nama "RUU Teknologi Informasi", namun judul ini ditolak karena RUU yang diinginkan penertiban terhadap penggunaannya atau pemanfaatannya bukan terhadap teknologinya. RUU ini dikenal dengan istilah "Cyberlaw". RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi (RUU PTI) ini dipelopori oleh Fakultas Hukum Universitas Padjajaran dan Tim Asistensi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jalur Departemen Perhubungan (melalui Diden Postel).
RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi ini telah disosialisasikan melalui presentasi dan seminar‑seminar di berbagai daerah dengan berbagai peserta, mulai dari mahasiswa, dosen, akademik, pelaku bisnis, birokrat dan pihak pemerintah.

Latar Belakang MuncuInya RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi
Munculnya RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi bermula dari mulai merasuknya pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan kita saat‑saat ini. Jika kita lihat, kita mulai terbiasa menggunakan ATM untuk mengambil uang, menggunakan handphone untuk berkomunikasi dan bertransaksi melalui mobile banking, menggunakan internet untuk melakukan transaksi (internet banking atau membeli barang), berkirim e‑mail atau untuk sekedar menjelajah internet, dan masih banyak yang lainnya. Semua kegiatan ini adalah beberapa contoh dari pemanfaatan Teknologi Informasi.
Selain memberikan kemudahan bagi para user, pemanfaatan Teknologi Informasi ini juga mempunyai dampak negative yang luar biasa, seperti:
• Penyadapan e‑mail, PIN (untuk internet banking)
• Pelanggaran terhadap hak‑hak privasi
• Masalah domain seperti kasus mustikaratu.com clan klikbca.corn
• Penggunaan kartu kredit milik orang lain.
• Munculnya pembajakan lagu dalam format MP3
• Pornografi

Hal‑hal di atas memaksa adanya sebuah undang‑undang yang dapat memberikan kejelasan bagi pihak‑pihak yang terkait.

Kondisi & Perulangan pada QBasic

Kondisi
If … Then
            Pengecekan ini hanya mengecek jika sebuah kondisi benar saja. Dengan kata lain jika kondisi tidak terpenuhi atau salah, maka tidak ada pemprosesan atau instruksi selanjutnya. Melihat flowchart di atas, maka jika sebuah bilangan yang diinputkan kemudian di MOD (sisa bagi) dengan 2 ternyata TIDAK bernilai 0, maka tidak akan tampil tulisan pada layer “Bilangan Ganjil”. Jika diimplementaikan ke dalam bahasa pemprograman berikut:

QBASIC
            Format:
          IF<kondisi>THEN
             <Intruksi>
          END IF      à Terdapat spasi antara END dan IF

          Contoh:
            INPUT  ``Masukan Bilangan : ``, BIL%
            IF BIL% MOD 2 = 0 THEN
                        PRINT ``Bilangan Genap’’
            END IF

If … Then … Else
            Pengecekan berikut adalah pengecekan kondisi jika ada sebuah kondisi yang tidak terpenuhi. Penggambaran contoh di bawah ini adalah penggambaran lengkap alur atau flowchart di atas.

QBASIC
            Format:
            IF<kondisi>THEN
             <Instruksi>
             <Instruksi>
          ELSE
             <Instruksi>
             <Instruksi>
          END IF      àTerdapat spasi antara END dan IF

          Contoh:
            INPUT ``Masukan Bilangan : ``, Bil%
            IF Bil% MOD 2  = 0 THEN
                        Print ``Bilangan Genap’’
            ELSE
                        Print ``Bilangan Ganjil’’
            END IF

IF (IF BERTINGKAT)
            IF bertingkat adalah pengecekan jika salah satu kondisi terpenuhi atau tidak namun di cek kembali dengan kondisi yang berbeda. Secara umum ada beberapa IF di dalam IF (ada pengecekan yang lain di didalam satu pengecekan) atau bias dikatakan sebagai IF jamak atau pengecekan jamak.

QBASIC
                        Format:
            IF<kondisi>THEN
              <proses>
              <proses>
          ELSEIF<kondisi>THENà antara ELSE dan IFTIDAK ADA SPASI
                   <proses>
                   <proses>
          END IF   à END IF hanya sekali karena penulisan ELSE IF (1 baris)

            Atau
           
            IF<kondisi> THEN
             <proses>
             <proses>
          ELSE
          IF<kondisi> THEN
                   <proses>
                   <proses>
                 END IF
          END IF à END IF dua kali karena penulisan IF setelah ELSE di baris lain

                        Contoh:
                        Dim NA as Integer
                        Dim NH as String * 2

                        INPUT ``Masukan Nilai Akhir : ``,NA
                        IF NA<50 THEN
                            NH=’’E’’
                        ELSEIF NA<70 THEN
                                         NH=’’D’’
                                    ELSEIF NA < 80 THEN
                                                NH=’’B’’
                                          ELSE
                                                NH=’’A’’
                        END IF

Case
          Penggunaan CASE adalah penyederhanaan dari IF bertingkat, namun perbedaanya terletak pada kondisi. Pada CASE jika kondisi telah tersaring pada case awal. Sebagian besar pengunaan case untuk satu variabel dan jarang dari bahasa pemprograman yang di bahas dapat menggunakan lebih dari satu variabel yang dapat menjadi kondisi.
QBASIC
            Format:
            SELECT CAS<variabel>
                   CASE<kondisi/ range>
                             <perintah / statement>
                   CASE <kondisi / range>
                             <perinah / statement>
                   CASE ELSE
                             <perintah / statement>
          END SELECT

          Contoh:
            Dim NA as Integer
            Dim NH as String * 2
           
            INPUT ``Masukan Nilai Akhir : ``,NA
            SELECT CASE NA
                        CASE IS<50
                                    Grade=’’E’’
                        CASE 50 TO 59
                                    Grade=’’D’’
                        CASE 60 TO 79
                                    Grade=’’C’’
                        CASE 80 TO 89
                                    Grade=’’B’’
                        CASE ELSE
                                    Grade=’’A’’
            END SELECT
           
            PRINT ``Gradenya : ``,grade


Perulangan
For

QBASIC
          Format:
          FOR<nilai awal>TO<nilai akhir>STEP<increment>
                   <statemen / instruksi>
          NEXT

          Contoh perulangan dengan penambahan 1 :
          For x=1 TO 10
            PRINT X
NEXT

Hasil :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Contoh perulangan dengan penambahan 2 / increment bebas :
FOR x=1 TO 10 STEP 2
            ? x
NEXT

Hasil:
1 3 5 7 9

While

QBASIC
          Format:
          WHILE<kondisi>
                   <statement / instruksi>
          WEND

          Contoh:
          I=1
            WHILE  I<= 10
                        PRINT I
                        I=I+1
            WEND

Loop / Repeat

          QBASIC
                   Format:
                   DO {WHILE / UNTIL} <kondisi>
                             <statement/instruksi>
                   LOOP
                   à Pengecekan kondisi dilakukan terlebih dahulu

Atau
DO
                    <statement./instruksi>
          LOOP {WHILE/UNTIL}<kondisi>
à Pengecekan kondisi dilakukan terakhir akibatnya statement          
          dilaksanakan  sekali

          Contoh:
            I=1
            DO WHILE I<=10
                        PRINT I
                        I=I+1
            LOOP

          Atau
         
            I=1
            DO UNTIL I=11 à Saat i=11 tidak akan tercetak
                   PRINT I
                   I=I+1
            LOOP

Atau

I=1
DO
            PRINT 1
            I=I+1
            LOOP WHILE I<=10

Atau

I=1
DO
            PRINT I
            I=I+1
LOOP UNTIL I=11

Resensi Xp


Sistem Operasi:
Resensi For Windows Xp
Sistem Operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras  serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Salah satu sistem operasi yang terkenal adalah Windows. Windows adalah salah satu software sistem operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan Microsoft Inc. Microsoft Windows adalah software sistem informasi yang paling populer untuk para pengguna PC. Tampilan Windows yang “user friendly” membuatnya menjadi pilihan utama. Produk Windows yang bisa dibilang paling sukses adalah Windows XP.

Windows XP adalah jajaran sistem operasi berbasis grafis yang dibuat oleh Microsoft untuk digunakan pada komputer pribadi, yang mencakup komputer rumah dan desktop bisnis, laptop, dan pusat media (Media Center). Nama "XP" adalah kependekan dari "Experience". Windows XP merupakan penerus Windows 2000 Professional dan Windows Me, dan merupakan versi sistem operasi Windows pertama yang berorientasi konsumen yang dibangun di atas kernel dan arsitektur Windows NT. Windows XP pertama kali dirilis pada 25 Oktober 2001, dan lebih dari 400 juta salinan instalasi digunakan pada Januari 2006, menurut perkiraan seorang analis IDC.
Windows XP sebelumnya dikenal dengan kode sandi "Whistler", yang mulai dikembangkan oleh para pengembang Microsoft pada pertengahan tahun 2000-an. Bersamaan dengan proyek ini, Microsoft juga tengah menggarap proyek Windows generasi baru penerus Windows Me (Millennium Edition) yang dinamakan dengan kode sandi "Windows Neptune" yang diproyeksikan sebagai "Windows NT versi rumahan".
Setelah Windows ME dianggap kurang sukses menyaingi kesuksesan Windows 98, Microsoft pun akhirnya memutuskan untuk mengawinkan dua buah sistem operasi Windows tersebut (sistem operasi berbasis Windows NT dan sistem operasi berbasis Windows 9x) ke dalam sebuah produk. Itulah yang kita kenal sekarang dengan Windows XP.
Windows XP muncul dalam banyak jenis:
  • Windows XP Professional
  • Windows XP Home Edition
  • Windows XP Media Center Edition
  • Windows XP Tablet PC Edition
  • Windows XP Starter Edition
  • Windows XP Professional x64 Edition
  • Windows XP Professional 64-Bit Edition for Itanium

Fitur dan Peningkatan

Windows XP diketahui sebagai sebuah sistem operasi yang memiliki kestabilan yang telah ditingkatkan dari pendahulunya, dan juga memiliki efisiensi yang lebih baik daripada Windows 98, Windows ME, dan Windows 2000 Professional. Hal ini dikarenakan Windows XP menerapkan sebuah teknik manajemen software yang dapat menghindari apa yang disebut dengan "neraka DLL" atau "DLL HELL". Selain itu, tampilan Windows XP pun dirombak, hingga menjadi lebih mudah untuk digunakan.
Berikut ini adalah fitur dari Windows XP Professional (karena dianggap paling lengkap)
Dukungan terhadap sistem domain Active Directory
Active Directory adalah sistem domain yang digunakan di dalam Windows Server 2000 dan Windows Server 2003. Dengan menggunakan Active Directory, sistem-sistem Microsoft Windows dapat diatur dari satu tempat saja yaitu dari sistem yang menjalankan Active Directory itu sendiri. Fitur ini sangat berguna jika diaplikasikan dalam perusahaan yang cukup besar, karena akan menyederhanakan semua proses autentikasi.
Peningkatan pengaturan kontrol akses
Sebagai sistem operasi yang ditujukan untuk pengguna korporasi, tentunya Windows XP telah dilengkapi dengan fitur pengaturan kontrol akses. Fitur tersebut digunakan untuk membatasi akses terhadap siapa saja yang tidak memiliki hak akses terhadap sebuah objek tertentu. Meskipun hal ini bukanlah teknologi baru, karena telah diimplementasikan dalam sistem operasi berbasis UNIX, implementasi fitur ini dalam Windows XP telah diterapkan secara lebih canggih dibandingkan dengan UNIX, mengingat sistem operasi UNIX membatasi akses dengan menggunakan atribut file permission. Sistem operasi sebelumnya, seperti Windows 9x, tidak dilengkapi dengan fitur ini, sehingga setiap orang akan memiliki hak untuk mengakses setiap berkas tanpa kesulitan.
Mendukung sistem berkas terenkripsi (EFS)
Windows XP memiliki sistem enkripsi EFS. Sistem ini merupakan sistem untuk memproteksi data penting sehingga tidak dapat dibuka user lain apalagi komputer lain, kecuali dengan membuka dengan kode. Sistim ini cukup handal meskipun tak sehandal sistem pihak ketiga. File yang terenkripsi akan berubah warnanya menjadi hijau.
Keunggulan Windows XP
  1. Microsoft Windows XP memiliki stabilitas yang tinggi terhadap sistem yang dimilikinya.
  2. Aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet.
  3. Dengan menggunakan Remote Assistence kita dapat memonitor kerusakan komputer yang terjadi pada komputer lain dari jarak jauh melalui internet.
  4. Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.
  5. Windows XP dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real time ke seluruh dunia.
  6. Banyak software yang kompatibel
  7. Banyak software yang stabil berjalan di operating sistem ini
  8. Tidak akan ada masalah atau konflik antara software dan hardware
  9. Instalasi software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di sistem operasi yang lain
  10. Windows XP juga merupakan versi pertama Windows untuk menggunakan aktivasi produk "Windows Product Activation" untuk memberantas pembajakan peranti lunak, meski hal ini menjadi kontroversi.
Kelemahan Windows XP
  1. Pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu.
  2. Tidak adanya Java Virtual Machine seperti generasi-generasi Windows sebelumnya
  3. Harga licensinya cukup mahal
  4. Komunitasnya terlalu sedikit, karena bersifat closed-source
  5. Banyaknya virus yang sering menyerang Windows Xp

Sumber